Lampung Timur — 1 Oktober 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darul Ulum Sekampung turut berpartisipasi dalam Global Leadership Seminar “Synergizing Malaysia–Indonesia: Bridging Leadership, Building Futures” yang diselenggarakan di Institute of Leadership and Development (ILD), Universiti Teknologi MARA (UiTM), Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program internasional yang mempertemukan institusi pendidikan tinggi, akademisi, pimpinan lembaga, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari Indonesia dan Malaysia. Seminar diselenggarakan dalam rangka memperkuat jaringan kepemimpinan, kolaborasi akademik, serta pengembangan institusi di tingkat regional ASEAN.
Sebanyak 120 peserta dari 19 entitas terlibat dalam kegiatan tersebut, yang terdiri atas 14 institusi pendidikan tinggi Indonesia, empat institusi pendidikan tambahan, serta ASEAN Academic Association (ASEANACA) sebagai association partner. Komposisi peserta mencerminkan keberagaman peran dalam ekosistem pendidikan, yakni akademisi sebesar 44 persen, unsur kepemimpinan 22 persen, administrasi 20 persen, dan mahasiswa 14 persen.
Delegasi kegiatan dipimpin oleh Prof. Dr. Tulus Suryanto, MM., AKT., CA., selaku President ASEAN Academic Association (ASEANACA). Sementara itu, kegiatan di ILD UiTM diawali dengan sambutan dari Professor Dr. Yarina Ahmad, Penolong Naib Canselor Institute of Leadership and Development (ILD), UiTM.
Empat Leadership Talk Bahas Kepemimpinan dan Kolaborasi
Seminar menghadirkan empat sesi Leadership Talk yang membahas berbagai perspektif mengenai kepemimpinan, pengembangan institusi, akuntabilitas publik, serta ekonomi dan bisnis dalam perspektif Islam.
Sesi pertama menghadirkan Prof. Dr. Tulus Suryanto, MM., AKT., CA. dengan topik “Collaboration for Recognition and Reputation”. Materi tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antar-institusi dalam membangun pengakuan, reputasi, dan jejaring akademik yang lebih luas.
Sesi kedua disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Idaya Husna binti Mohd, Director, Centre for Institutional Leadership, ILD UiTM, dengan topik “ILD UiTM: Shaping Leaders, Strengthening Institutions”. Sesi ini mengangkat peran kepemimpinan dalam membangun institusi pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Elsya Meida Arif, S.E., Ak., M.Ak. dari Universitas Borobudur Jakarta menyampaikan materi bertajuk “Determinants of Public Accountability in Cultural Heritage Institutions: Evidence from Indonesia”. Pembahasan tersebut memberikan perspektif mengenai akuntabilitas publik berdasarkan pengalaman dan konteks institusi di Indonesia.
Adapun sesi keempat menghadirkan Dr. Zufriani, M.H.I. dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi, Indonesia, dengan topik “At-Tijārah al-Mubīqah (Destructive Business & Trade): Qur'an, Ḥadīth, Qawā'id al-Fiqhīyyah & Maqāṣid al-Sharī'ah Perspective”. Materi ini mempertemukan perspektif Al-Qur'an, hadis, kaidah fikih, dan maqāṣid al-syarī'ah dalam melihat praktik bisnis dan perdagangan.
Membuka Ruang Kolaborasi STIS Darul Ulum
Keikutsertaan STIS Darul Ulum Sekampung dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan membuka ruang kerja sama dengan perguruan tinggi serta institusi pendidikan di Malaysia.
Bagi STIS Darul Ulum, forum seperti ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengikuti perkembangan kepemimpinan dan pendidikan tinggi di tingkat internasional, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi akademik dan kelembagaan STIS Darul Ulum kepada mitra di kawasan ASEAN.
Pertemuan Indonesia–Malaysia melalui forum akademik juga membuka peluang pengembangan berbagai bentuk kerja sama, antara lain kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, visiting lecturer, seminar internasional, pertukaran akademik, serta pengembangan program kelembagaan.
Keikutsertaan STIS Darul Ulum dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun jejaring internasional dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan, kepemimpinan, hukum, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN.
“Synergizing Malaysia–Indonesia: Bridging Leadership, Building Futures” pada akhirnya bukan sekadar forum seminar, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi baru menuju masa depan pendidikan tinggi yang semakin terhubung dan berdaya saing global.
