Lampung Timur, 4 September 2026 — Perubahan peta perdagangan dunia yang bergerak cepat menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan membaca peluang ekonomi global.
Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darul Ulum Lampung Timur, Jumat, 4 September 2026. Seminar menghadirkan Prof. Tulus Suryanto, M.M., Akt., CA. sebagai pemateri dengan tema “Membangun Bisnis Berdaya Saing Global: Strategi Hukum dan Ekonomi Menghadapi Dinamika Perdagangan Internasional.”
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan civitas akademika STIS Darul Ulum Lampung Timur. Seminar menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tantangan sekaligus peluang yang dihadapi pelaku usaha di tengah semakin terbukanya pasar internasional.
Dalam pemaparannya, Prof. Tulus Suryanto mengajak peserta untuk melihat bisnis bukan hanya dari sisi keuntungan. Menurutnya, kemampuan membangun usaha yang mampu bertahan dan bersaing di pasar global juga sangat ditentukan oleh pemahaman terhadap aspek hukum dan dinamika ekonomi.
Dunia usaha saat ini bergerak dalam lingkungan yang semakin kompleks. Perubahan kebijakan perdagangan, perkembangan teknologi, persaingan antarnegara, hingga perubahan perilaku konsumen dapat memberikan dampak langsung terhadap keberlangsungan sebuah bisnis.
Karena itu, pelaku usaha perlu memiliki kemampuan untuk membaca perubahan dan mengambil keputusan secara strategis.
Pemahaman hukum menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun bisnis yang berdaya saing. Pelaku usaha perlu memahami berbagai aturan yang berkaitan dengan kontrak, perdagangan, perlindungan konsumen, hak kekayaan intelektual, perpajakan, hingga ketentuan perdagangan lintas negara.
Tanpa pemahaman tersebut, peluang bisnis yang besar justru dapat menghadirkan risiko hukum di kemudian hari.
Di sisi lain, strategi ekonomi juga tidak kalah penting. Pelaku usaha harus mampu membaca pasar, memahami perubahan permintaan, mengelola sumber daya, serta menciptakan nilai tambah agar produk dan jasa yang ditawarkan mampu bersaing, bukan hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di pasar internasional.
Hal tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa STIS Darul Ulum yang selama ini mendapatkan pembelajaran yang bersinggungan dengan bidang hukum dan ekonomi. Seminar nasional ini memberikan perspektif yang lebih luas bahwa kedua bidang tersebut tidak dapat dipisahkan dari praktik dunia usaha.
Di tengah perdagangan internasional yang semakin terbuka, mahasiswa juga didorong untuk tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja. Mereka perlu mulai membangun mindset sebagai pencipta peluang, termasuk dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis.
Seminar berlangsung dalam suasana yang interaktif. Peserta tidak hanya menyimak pemaparan materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan melalui diskusi mengenai persoalan hukum dan ekonomi yang dihadapi dunia usaha saat ini.
Bagi STIS Darul Ulum Lampung Timur, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman dan wawasan yang mampu menghubungkan teori akademik dengan realitas yang berkembang di masyarakat dan dunia usaha.
Seminar nasional ini sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa bisnis yang mampu bersaing secara global membutuhkan lebih dari sekadar modal dan keberanian. Dibutuhkan pengetahuan, strategi, kepatuhan hukum, kemampuan membaca pasar, inovasi, serta ketahanan dalam menghadapi perubahan.
Melalui kegiatan ini, STIS Darul Ulum Lampung Timur berharap mahasiswa semakin siap menghadapi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif, sekaligus mampu mengambil peran sebagai generasi muda yang tidak hanya memahami hukum dan ekonomi, tetapi juga mampu mengubah pengetahuan tersebut menjadi kekuatan untuk membangun usaha dan menciptakan peluang baru.
