Lampung Timur, 4 September 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darul Ulum Lampung Timur menggelar kuliah umum dengan mengangkat tema “Strengthening of Education, Legal Studies, and Entrepreneurship dalam Menghadapi Tantangan Digitalisasi dan Ketahanan di Era Global.”
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus STIS Darul Ulum Lampung Timur tersebut menghadirkan Prof. Husnul Fatarib, Ph.D. sebagai pemateri utama. Kuliah umum ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan civitas akademika untuk melihat lebih jauh perubahan dunia pendidikan, hukum, dan kewirausahaan di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
Di hadapan peserta, Prof. Husnul Fatarib menekankan bahwa digitalisasi tidak cukup hanya dipahami sebagai perkembangan teknologi. Lebih dari itu, digitalisasi telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, berinteraksi, menjalankan usaha, bahkan memahami dan menerapkan hukum.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, beradaptasi, serta menciptakan peluang di tengah perubahan global.
“Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kuliah umum tersebut.
Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya penguatan legal studies atau kajian hukum. Perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai persoalan baru yang membutuhkan respons hukum, mulai dari transaksi digital, perlindungan data, kejahatan siber, hingga berbagai bentuk aktivitas ekonomi yang berlangsung di ruang digital.
Karena itu, mahasiswa hukum dituntut untuk tidak berhenti pada pemahaman terhadap aturan yang sudah ada. Mereka juga perlu mampu membaca perubahan sosial dan teknologi yang berpotensi melahirkan persoalan-persoalan hukum baru.
Selain pendidikan dan hukum, aspek entrepreneurship turut menjadi perhatian. Di tengah perubahan ekonomi global, mahasiswa didorong untuk memiliki pola pikir kewirausahaan dan mampu melihat teknologi sebagai peluang, bukan semata-mata sebagai tantangan.
Era digital, menurut pemaparan dalam kuliah umum, membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk membangun usaha, mengembangkan kreativitas, dan menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kemampuan, etika, integritas, dan ketahanan dalam menghadapi persaingan.
Kuliah umum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketahanan di era global tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi krisis, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan yang terus berlangsung.
Bagi STIS Darul Ulum Lampung Timur, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia yang semakin terhubung secara digital dan kompetitif secara global.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa mengikuti pemaparan dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai hubungan antara pendidikan, hukum, kewirausahaan, dan perkembangan teknologi.
Melalui kegiatan ini, STIS Darul Ulum Lampung Timur berharap mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter, daya adaptasi, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk menciptakan peluang.
Kuliah umum tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi menjadi momentum untuk mengajak generasi muda kampus mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman—dengan pendidikan yang kuat, pemahaman hukum yang relevan, jiwa kewirausahaan, dan ketahanan menghadapi tantangan global.
